Your Ad Here
Tampilkan postingan dengan label Bikers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bikers. Tampilkan semua postingan

Pompa Bensin Pasti Pas di Jakarta

PERTAMINA sepertinya tidak mau kalah dengan PETRONAS dan SHELL. Kalau kita nonton Televisi, ada iklan Pasti Pas. Tapi kita belum tahu kan dimana saja Pompa Bensin PASTI PAS di Jakarta? Berikut daftarnya

Propinsi : DKI Jakarta

Jakarta Selatan

SPBU 34.129.02, Jl. Gatot Subroto Kav 54 (Sebelum Gedung Patra Jasa)

SPBU 34.125.06, Jl. TB Simatupang (Setelah Gedung Elnusa)

SPBU 34.121.13, Jl. Pangeran Antasari (Setelah Apartemen Prapanca)

SPBU 34.127.07, Jl. Raya Pasar Minggu (Setelah perumahan Trikora TNI AU)

SPBU 34.128.05, Jl. Casablanca Menteng Dalam Tebet (Seberang Wisma Staco)

SPBU 34.125.10, Jl. TB. Simatupang, Ragunan (Sebelum Dept. Pertanian)

SPBU 34.122.09, Jl. Raya Ciledug (Setelah Kelurahan Petukangan Selatan)

SPBU 34.126.11, Jl. Moch. Kahfi, jagakarsa

SPBU 34.122.11, Jl. Tentara Pelajar, Kebayoran baru

SPBU 34.125.09, Jl. Taman Margasatwa No.20-21, Pasar Minggu

SPBU 34.122.12, Jl. M. Saidi Raya, Petukangan Selatan – Pesanggrahan

SPBU 34.129.01, Jl. Minangkabau No. 33, Manggarai

SPBU 34.124.09, Jl. Karang Tengah Raya

Jakarta Utara

SPBU 34.144.13, Jl. Benjamin Sueb

SPBU 34.144.09, Jl. Kapuk Kamal No. 133 ()

SPBU 34.144.07, Jl. Jembatan Tiga ()

SPBU 34.144.10, Jl. Kapuk Raya No.36 (Depan Pasar Darurat)

—–WWW.saft7.com—– automotive tips and sharing —–

Jakarta Pusat

SPBU 31.107.01, Jl. Industri Raya Kemayoran (Setelah Hotel Sheraton)

SPBU 34.106.04, Jl. Raya Bungur Besar

SPBU 34.102.02, Jl. Tanah Abang II No. 6 (Sebelah Markas Paspampres)

SPBU 34.104.01, Jl. Kramat Raya Kwitang (Seberang Gd. STIE Muhammadiyah)

SPBU 34.102.03, Jl. KH. Mas Mansur. 92

Jakarta Barat

SPBU 34.115.07, Jl. Arteri Kelapa Dua

SPBU 34.117.08, Jl. Raya Duri Kosambi ujung aspal cengkareng

SPBU 34.113.01, Jl. Prof. Dr. Latumenten, Angke

SPBU 34.117.09, Jl. Daan Mogot KM. 10

SPBU 34.114.03, Jl. Kemanggisan Utama Raya no.6-8

SPBU 34.116.09, Jl. Raya Joglo

SPBU 34.114.04, Jl. Prof. DR. Latumenten

SPBU 34.118.03, Jl. Daan Mogot Km. 18

Jakarta Timur

SPBU 34.134.20, Jl. Raya Kalimalang Cipinang Bali

SPBU 34.134.10, Jl. Raden intan II (Masjid An Nur)

SPBU 34.134.19, Jl. Raden Intan

SPBU 34.138.06, Jl. Outer Ring Road (Puskopad)

SPBU 34.136.02, Jl. Dewi Sartika No. 184

SPBU 34.132.08, Jl. Rawamangun Muka Raya

SPBU 34.134.14, Jl. Basuki Rachmat

SPBU 34.132.06, Jl. Pemuda

SPBU 34.139.08, Jl. Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ujung Menteng, Cakung Timur

SPBU 34.138.03, Jl. Raya Ceger

SPBU 34.133.06, Jl. Jatinegara Timur No. 54

SPBU 34.138.02, Jl. Raya Pondok Gede No.40

SPBU 34.134.15, Jl. R.S. Sukamto

SPBU 34.133.05, Jl. Otista Raya No.64B, Bidara Cina

SPBU 31.131.01, Jl. Jl. Pramuka Kemayoran

SPBU 34.139.09, Jl. Dr. Radjiman Cakung

Petunjuk Pemakaian Bensin

Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita.

Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan seterusnya.

Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin mobil/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga. Wah jadi bagaimana dong?

Jika kita cermati spesifikasi kendaraan kita (mobil atau motor) pada brosur yang baik akan menampilkan informasi rasio kompresi (Compression Ratio / CR). CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja. terlihat pada foto, bahwa CR mesin mobil Timor DOHC S515i adalah 9.3 : 1

Dari informasi spesifikasi brosur tersebut, kita bisa menentukan bahwa mesin mobil timor tersebut memerlukan jenis bensin yang bernilai oktan 92, yaitu bensin Pertamax.

Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah?

Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking). Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku… kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan… dan bahkan bisa bolong!.. hiiii….

Saat terjadi ‘ngelitik’, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (oktan tinggi).

Nah, jadi untuk teman-teman, cermati nilai CR mesin mobil/motor kita (bisa intip pada daftar di bawah), isilah bensin yang sesuai untuk mesin tersebut.

Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?

Bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dsb), umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih ‘bertenaga’.
Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.

- [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

Kesimpulan:

- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).

- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).

- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)

- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Solusi Alternatif

Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami ‘ngelitik’, antara lain:
- Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)
- Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung timbal, tidak ramah lingkungan).
- Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih lambat (Retard).
- Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya).
- dan lain-lain.

Fakta…

Pada kenyataannya.. banyak kita lihat, khususnya di SPBU, motor-motor baru yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Premium. Faktor ekonomi lebih mendesak ketimbang dampak rusak ke depan pada mesin motornya.. atau memang kurangnya informasi mengenai pemilihan bensin ini.

Berkat bantuan banyak teman baik dari beberapa milis, saya coba kumpulkan dan sajikan daftar Rasio Kompresi untuk mobil dan motor berbagai merek. Atas segala keterbatasan dan kekurangan saya, mohon maaf apabila mobil atau motor Anda belum terdaftar, bagi yang mempunyai data untuk melengkapi silahkan tambahkan pada kolom komentar.

Tabel di bawah sengaja di beri warna, sesuai dengan bensin yang direkomendasi.

semoga bermanfaat!

mber Referensi:
Octane rating
Compression Ratio
Engine knocking
Cara Menghitung Compression Ratio
What does octane mean?
Gasoline FAQ
Informasi Bensin Premium
Informasi Bensin Pertamax
Informasi Bensin Pertamax Plus
Penelitian Pengaruh Komposisi Kimia Bensin Terhadap Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

- [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]