Your Ad Here
Tampilkan postingan dengan label Kepulauan Seribu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepulauan Seribu. Tampilkan semua postingan

Bingung Berakhir Pekan Kemana? ke Pulau Seribu Saja

Berakhir pekan, biasanya kita pergi ke Bandung, Puncak atau ke Bogor dan Anyer. Tapi tidak ada salahnya kita mengarahkan perjalanan atau liburan akhir pekan kita ke Kepulauan Seribu. Gugusan Kepulauan yang terbentang di Utara Teluk Jakarta ini, menyimpan ragam wisata.

Kalau kita ingin menyantap ikan bakar sembari menikmati udara pantai, atau keluarga kita berenang di Pantai, kita bisa memilih Pulau Untung Jawa yang letaknya tidak jauh dari daratan Jakarta maupun Banten ini.

Perjalanan menuju pulau ini, hanya sekitar setengah jam dari Marina Ancol dan Muara Angke, Jakarta atau Tanjung Pasir, Banten. Masuk taman wisata Pulau Untung Jawa, kita hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 1.500 per orang. Di Taman Wisata Pulau Untung Jawa ini, ada kurang lebih 30-40 kios yang menjual ikan bakar. Tinggal pintar-pintar menawar harga ikan saja. Harga tidak selangit, kesegarannya pun masih tetap terjamin. "Fresh from the sea" istilah kerennya.

Sembari menunggu ikan dibakar, kita bisa menikmati segarnya es kelapa muda. Kita juga bisa bermain-main di pantai sambil menunggu ikan matang. Tidak bisa berenang, ada ban dalam yang bisa kita sewa.

Sejumlah kios yang menawarkan oleh-oleh khas Kepulauan Seribu seperti dodol rumput laut dan kripik sukun serta kerajinan berupa replika kapal bisa kita lihat-lihat.

Ikan bakar di Pulau Untung Jawa, memiliki rasa yang khas karena masih segar apalagi dimakan bersama sambal kecap khas Pulau Untung Jawa.

Kita tidak harus makan di kios, kita bisa makan di pinggir pantai atau di bawah pohon yang sudah disediakan meja. Ada taman bermain dan pondok atau Gazebo di pinggir pantai bisa dijadikan tempat menyantap ikan bakar atau cumi dan ikan goreng.

Apabila kita ingin menginap, harga homestay di Pulau Untung Jawa ini hanya berkisar Rp 80.000 hinga Rp 100.000 an saja. Tidak mahal, dengan fasilitas yang lumayan memadai.

Di dekat Pulau Untung Jawa, ada Pulau Rambut yang merupakan Pulau Suaka Cagar Alam. Di Pulau yang terkenal seantero dunia ini karena menjadi tempat beristirahat burung yang bermigrasi dari belahan selatan ke utara bumi maupun sebaliknya, kita bisa mengamati berbagai jenis burung.

Ada menara khusus untuk mengamati aktifitas para burung. Kita juga bisa melihat biawak besar dan ular sanca serta cincin mas yang di Pulau yang habitat aslinya dilindungi undang-undang.

Kalau kita tertarik melihat sejarah jakarta, kita bisa ke Pulau Onrust. Pulau yang dalam bahasa Belanda ini setara dengan bahasa Inggris bernama Unrest atau terjemahan bebas tidak pernah beristirahat, terdapat banyak peninggalan bersejarah, termasuk asrama haji tua yang diperkirakan dibangun tahun 1930an.

Di Pulau Khayangan yang terletak berdekatan dengan Pulau Onrust, kita bisa melihat meriam peninggalan Belanda dan sepatu besi. Resor Pulau Bidadari juga menyimpan sejarah karena terdapat benteng Mortello. (Tomy Bernadus)

"Marine Walk" di Pulau Sepa

Fasilitas baru dan unik kini ditawarkan oleh Resor Pulau Sepa, Kepulauan Seribu Utara. Resor yang terkenal dengan keindahan pantai dan bawah laut ini, menawarkan "Marine Walk".

Marine Walk ini sendiri, menurut Eric, Chief Executive Officer (CEO) Pulau Sepa Permai yang merupakan pengelola resor Pulau Sepa, adalah semacam fasilitas menyelam yang tidak memerlukan keahlian menyelam. "Biasanya perlu keahlian menyelam untuk menikmati dasar laut, namun dengan Marine Walk, pengunjung yang ingin menikmati keindahan dasar laut, tidak perlu bisa menyelam," katanya ketika dihubungi wartawan pulauseribu.net.

Pengunjung resor Pulau Sepa, tinggal merogoh kocek sebesar Rp 350.000 untuk menikmati fasilitas ini. Dengan ditemani dive master yang ada di Pulau Sepa, dan menggunakan semacam helm, pengunjung dapat berjalan di dasar laut. "Pengunjung bisa memberi makan ikan dan menikmati keindahan bawah laut Pulau Sepa," tambah Eric yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Usaha Wisata Kepulauan Seribu (Perwita Pusri).

Eric menambahkan, fasilitas ini merupakan fasilitas tambahan di Pulau Sepa selain fasilitas yang ada kini seperti penyewaan alat selam, jetski, banana boat, dan snorkeling. "Snorkeling kan kita hanya bisa melihat keindahan dari permukaan laut, tapi dengan fasilitas ini kita bahkan bisa memberi makan ikan," lanjut Eric. Pengunjung, tambahnya, bisa menikmati fasilitas ini selama 15 menit.

Selain itu juga dengan adanya fasilitas ini, pengunjung akan diberikan sensasi khusus yang tidak bisa didapatkan di resor lain di Kepulauan Seribu. Pengelola sendiri berani untuk menawarkan fasilitas ini karena Pulau Sepa merupakan salah satu tujuan menyelam para divers. "Kami ingin memberikan sensasi tersendiri kepada pengunjung dengan adanya fasilitas ini," ujarnya. (Tommy Bernadus)

Melayang dengan Flying Fox di Pulau Sepa

Fasilitas pendukung resor Pulau Sepa, kini semakin lengkap dan unik. Resor wisata yang menawarkan keindahan pantainya yang landai ini juga menawarkan aktifitas outbound lainnya berupa "flying fox", selain Marine Walk atau berjalan di dasar laut.

Fasilitas flying fox ini memang bisa kita temui di berbagai lokasi wisata. Tapi di Pulau Sepa, memiliki keunikan tersendiri. Firmanto, Direktur Operasional PT Pulau Sepa Permai, pengelola resor Pulau Sepa kepada pulauseribu.net, berani menjamin, kalau flying fox di Pulau Sepa unik.

"Pengunjung bukan mendarat di atas tanah atau pasir, namun di laut," kata Firmanto. Sebelum melayang, pengunjung yang ingin uji nyali, menaiki tangga ke pohon. Tangga pun tidak terbuat dari besi, namun, dari tali, sehingga memiliki tantangan tersendiri.

Setelah tiba di "starting point" flying fox, pengunjung akan dipasangkan tali pengaman. Setelah terjamin keamanannya, pengunjung bisa melayang dan kemudian tercebur ke laut karena "ending point" flying fox ini berada di sebelah dermaga. Ingin mencoba, ketika kita berada di Pulau Sepa, kita cukup merogoh kocek Rp 75.000. (tommy bernadus)

Villa Lima Pulau Pramuka Serasa Menginap di Resor Mewah



de' lima by immanuel_panggabean.Menikmati keindahan Kepulauan Seribu sembari beristirahat, ternyata tidak harus dengan biaya mahal. Menginap juga tidak harus di resor mewah. Anda yang ingin menikmati dan bersantai di Kepulauan Seribu bisa memilih Villa Lima yang berada di Pulau Pramuka.

Menginap di vila yang berada di Pulau Pramuka bukan sekadar beristirahat atau mencari ketenangan. Tetapi berbaur dengan masyarakat, snorkling, diving dan berenang merupakan keasyikan tersendiri. Berkunjung ke pulau dekat juga bisa menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.



Pulau Pramuka by Martin Manurung.Pulau Pramuka ini sendiri merupakan pulau pemukiman penduduk. Tetapi Anda jangan terburu-buru takut akan menerima gangguan dari Penduduk Pulau Pramuka. Penduduk Pulau Pramuka ini terkenal ramah kepada siapa pun.
Letak vila juga agak berjauhan dengan pemukiman penduduk. Selain Pulau Pemukiman, Pulau Pramuka merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Jadi memang banyak fasilitas di Pulau ini karena merupakan pusat pemerintahan.
Kapal transportasi reguler tradisional atau dikenal dengan ojek yang berangkat dari Muara Angke, Jakarta Utara, atau Kapal milik resor Pulau Sepa, bisa menjadi alat transportasi menuju Pulau Pramuka yang dahulu bernama Pulau Elang karena Elang bMancing di Dermaga Pulau Pramuka by redpuser.anyak yang terbang mengelilingi pulau ini. Kapal nelayan yang dikenal dengan ojek antarpulau ini biasa berangkat dari Muara Angke Penjaringan, Jakarta Utara.

Perjalanan menuju Pulau Pramuka, membutuhkan waktu kurang lebih dua jam dengan kapal ojek. Sedangkan menggunakan Sepa, paling-paling hanya satu jam. Lambat memang perjalanan menuju ke Pulau ini. Tetapi perjalanan merupakan kenikmatan sendiri karena melewati gugusan seribu pulau ini.

Berada di Pulau Pramuka dan menginap di vila memiliki keasyikan sendiri. Menjelang matahari terbenam, sekitar pukul 17.00 banyak kapal nelayan yang merupakan orang Pulau Pramuka, merapat ke dermaga Pulau Pramuka yang letaknya tidak berjauhan dengan Villa.
Kochira desu! by hKyo89.Nah Anda yang gemar menyantap ikan bakar atau goreng, bisa membeli ikan langsung dari nelayan. Harganya, sudah jelas sangat murah karena langsung dari nelayan. Ikan yang dibeli mulai dari Baronang, Kuwe, Kakap, Tongkol dan masih banyak ikan lain lagi. Tinggal membawa bakaran ikan dari daratan Jakarta dan membakar ikan di depan vila yang masih bibir pantai dengan hamparan pasir putihnya. Penduduk sekitar juga menjual ikan yang tinggal disantap saja.
Kebanyakan pengunjung vila membakar ikan pada malam hari. Jadi, bakar ikan sembari menikmati hembusan angin pantai yang sejuk.
Pedagang by hKyo89.Pengunjung Villa di sini biasanya satu keluarga. Bahkan beberapa keluarga juga, sering menginap di satu vila. Biasanya yang menginap di sini ramai-ramai. Mahasiswa atau anak sekolah yang libur biasanya datang bersama dengan rekan-rekannya.
Selain menyantap ikan bakar, karena di depan Villa berderet pohon besar yang teduh, pengunjung yang menginap biasanya bermain kartu di bawah pohon di hamparan pasir putih seperti yang terpantau SH. Pengunjung terlihat sering bermain kartu hingga tengah malam atau sekedar berbincang-bincang menikmati angin laut di depan vila.
Bosan tinggal di dalam vila, pengunjung bisa berbaur dengan masyarakat setempat untuk melihat keunikan perpaduan budaya antara Sulawesi Selatan dan Banten yang menghasilkan dialek tersendiri. Adat-istiadat masyarakat masih terpelihara di Pulau Pramuka, seperti mengarak penganten keliling pulau.
Jin San by hKyo89.Memang, tak ada kolam renang di vila Pulau Pramuka ini. Namun, daerah perairan dangkal atau ”gosong” yang mengelilingi Pulau Pramuka merupakan tempat seru untuk snorkling dan berenang. Ikan yang berenang di perairan dangkal ini terdiri dari berbagai jenis. Daerah gosong di Pulau Semak Daun seluas 300 hektare juga bisa menjadi pilihan untuk snorkling. Bahkan ada yang sering berenang ke Pulau Panggang yang hanya berjarak kurang dari 1000 meter dari Pulau Pramuka.
Kalau Anda ingin menyelam, banyak spot diving di sekitar Pulau Pramuka. Banyak penggila olah raga selam yang menginap di Pulau Pramuka. Mereka menginap di Villa Lima dan kemudian menyewa kapal nelayan untuk menuju pulau diving spot.
Starfish by hKyo89.Dermaga Pulau Pramuka dengan airnya yang hijau bening hingga dasar laut terlihat, juga bisa ditongkrongi sembari menikmati matahari terbenam. Aktivitas penduduk di pagi dan sore hari merupakan pemandangan tersendiri. Yang membawa alat pancing dermaga Pulau Pramuka bisa menjadi tempat memancing. Kalau ingin menyewa perahu nelayan untuk pergi memancing ke laut, banyak kapal nelayan yang bisa disewa.
Bosan di Pulau Pramuka, Pulau Panggang yang hanya 10 menit menyeberang dengan menggunakan ojek nelayan bisa menjadi pilihan. Penduduk Pulau Pramuka berasal dari Pulau Panggang sehingga kita bisa melihat budaya yang sama dengan penduduk Pulau Pramuka dan leluhur penduduk Pulau Pramuka. Tak jauh dari Pulau Pramuka ada kompleks nelayan modern tempat budidaya ikan kerapu.
Searching for Something by hKyo89.Vila ini dinamai Villa Lima, karena vila ini pertamanya berjumlah lima, dan kini berkembang hingga jumlahnya menjadi 10 -15 vila. Dahulunya tambah Djoko, vila ini tidak terawat oleh pemiliknya dan mengundang keprihatinannya, yang kemudian mengundang investor swasta lain untuk mengakusisi vila tersebut.
Vila ini sendiri terdiri dari dua tipe. Yang membedakannya adalah jumlah kamar. Ada vila yang memiliki satu kamar, ada vila yang memiliki dua kamar. Yang dua kamar terdiri dari dua lantai. Tinggal memilih ingin tinggal di mana. ”Kalau ramai-ramai silakan menginap di vila yang memiliki dua kamar.
Beach View by hKyo89.Fasilitas yang ada di kamar juga bisa dikatakan lumayan karena sudah dilengkapi dengan perlengkapan standar penginapan seperti penyejuk udara. Jadi walaupun udara Pulau Pramuka di siang hari terasa panas, di dalam kamar tetap terasa sejuk.
Pada akhir minggu, vila ini overbooked sehingga pengunjung yang datang harus memesan terlebih dahulu. Kebanyakan yang menginap adalah keluarga atau mahasiswa karena harga vila ini sangat murah yakni di kisaran Rp 250.000 hingga Rp 300.000. Transportasi menuju ke Pulau Pramuka juga sangat murah hanya sekitar Rp 30.000.
Ketika malam menjemput, rasa sepi dan tenang sangat terasa. Malam hari penduduk pulau jarang beraktivitas dan memilih tinggal di rumahnya. Angin laut yang berhembus dan debur ombak di malam hari siap mengantar pengunjung vila terlelap dalam mimpi dan bangun di pagi hari karena riuhnya aktivitas masyarakat. Bangun di pagi hari memang tubuh rasanya segar karena tidak adanya polusi seperti di daratan Jakarta.
Beach View by hKyo89.Menginap di Villa Lima Pulau Pramuka memang serasa menginap di resor-resor pulau lainnya. Memang tidak ada fasilitas seperti resor-resor lainnya, tetapi pengalaman yang didapatkan selama menginap dan beraktivitas di vila ini memberikan pengalaman yang banyak
Jadi kalau boleh dibilang, menginap di Villa Lima Pulau Pramuka, bukan hanya sekadar menginap tetapi bisa berbaur dengan warga sekitar. (SH/ tommy bernadus)

Peralatan yang DIbawa Ketika Memancing

2008/7/2 7:34:00
http://myfishinggoods.com/library/3D-ShockDiawacombos.jpgAnda penggila pancing, atau ingin mulai belajar memancing dan ingin memancing di Kepulauan Seribu? Sebelum kita memancing, tentunya kita harus mengetahui seluk beluk alat pancing. Kalau kita ingin memancing di Kepulauan Seribu dan target kita ikan dengan berat di bawah 10 kilogram, alat yang kita butuhkan pertama adalah Jorang atau Rod.

Joran yang kita pilih sebaiknya tanpa sambungan (one piece), atau maksimal sambung dua (two pieces). Untuk Joran ini, Bahan yang banyak digunakan adalah fibre glass,Carbon, Grafit, Boron atau Kevlar. Panjang joran yang ideal antara 120 cm hingga 180 cm. Ukuran yang umum digunakan berkisar 5 feet 6 inch s/d 6 feet atau sekitar 168 hingga 180 cm.


Sebaiknya, kita memilih joran yang ringan dan sedikit kaku (fast taper) untuk reaksi cepat dan akurat. Dan untuk pemilihan joran ini, terserah anda dan sesuaihttp://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/98/Fishing_reel.jpg/800px-Fishing_reel.jpg dengan buget anda. Disarankan untuk memilih yang tidak terlalu mahal, dan yang pasti jangan yang teleskopik untuk hasil yang maksimal.

Alat kedua yang kita perlukan adalah Penggulung atau Reel. Dalam hal ini, kita cukup menggunakan sebuah penggulung Spinning Type. Tipe Reel yang baik yang ringan dan memiliki minimal 3 bantalan roda (ball bearing), semakin banyak bantalan roda, semakin baik, dan memilih reel dengan kapasitas kenur 200-400m.

Untuk peralatan yang satu ini, berlaku pepatah : Money never lies. Sebaiknya kita jangan membeli penggulung yang tanggung-tanggung, terlebih lagi bukan dari merk ternama seperti. Daripada kita kecewa dan menyesal, lebih baik mengumpulkan uang dan membeli yang bagus.

Kita juga untuk memancing sudah pasti membutuhkan senar atau lines (kenur). Untuk Senar, Kenur atau Lines yang umum dan layak digunakan adalah ukuran 8-20 lbs. Untuk pemilihan merk kenur ini, disesuaikan juga dengan kondisi keuangan. Untuk memancing dasar atau bottom fishing dan koncer.

Peralatan pancing lainnya yang dibutuhkan adalah kail atau hook. Untuk memancing dengan target ikan dengan berat di bawah 10 kilogram, mata kail yang biasa digunakan adalah no.1,2,5,6,7. (tiap merk terkadang berlainan nomornya).

Gantilah mata kail yang telah berkarat atau tumpul; atau carilah mata kail yang cukup tajam, tetapi relative murah sehingga kita bisa menggunakannya dan membuangnya (disposable / sekali pakai))

Kail atau Hook lain yang lainnya dikenal dengan Sabiki atau Kotrek.Sabiki adalah rangkaian beberapa mata kail (minimal 5 kail) yang dibuat sedemikian menarik, menyerupai makanan ikan sehingga ikan dengan segera menyambar rangkaian pancing ini.

Biasanya SABIKI sangat efektif untuk mancing ikan umpan seperti : selar, tembang, layang, kembung, como, dll. Untuk mancing ikan-ikan ini digunakanhttp://www.topperscot.com/topperscot05/IMAGES/IMAGESFINAL/Fishing/06FishingLure.jpg nomor 5,6,7 . Untuk jenis ini, harga berkisar 5000-15000 ribu.

Kita juga membutuhkan timah untuk pemberat.Timah atau pemberat yang biasa digunakan adalah nomor 1-3-5-8, dan gunakanlah bentuk memanjang seperti peluru, karena bentuk timah yang bulat oval, mengakibatkan melintirnya kenur.

Yang tidak kalah pentingnya adalah Kili-kili. Kili-kili ini ada dua macam yaitu kili-kili peniti dan kili-kili biasa. Disarankan agar kita selalu memakai kili-kili di setiap sambungan kenur Utama dengan tali pandu (leader). Ini berguna agar senar atau kenur tidak melintir

Tidak ketinggalan juga kita harus menyiapkan Nikelin. Nikelin atau kawat yang tersedia di semua toko pancing, sangat bermanfaat ketika kita memancing ikan bergigi tajam seperti barracuda dan tenggiri Untuk mancing di Kepulauan Seribu, gunakanlah yang SOFT nomor 25-30.

Dimana peralatan kita disimpan agar tidak berserakan? Kita bisa menyimpannya di Kotak Pancing atau Tackle Box. Kotak ini berguna untuk membawa semua peralatan ketika kita hendak memancing di laut.

Tersedia berbagai macam pilihan model dan merk kotak pancing ini. Kita sebaiknya memilih dan membeli yang terlalu kecil, karena anda akan beli lagi dan beli lagi karena kotak pancing anda kekecilan. Paling tidak panjang 40-60cm. Ketika kita membeli pastikan semua peralatan pancing anda (selain joran) dapat masuk dengan leluasa dalam kotak ini. (fishing indonesia/tommy bernadus)

Pulau Putri : ”Under Sea Water World”

Resor yang memiliki ”Underwater World” atau dunia bawah laut sangat jarang dan bahkan langka. Salah satu resor di Indonesia yang memiliki ”Underwater World” adalah Resor Pulau Putri di Kepulauan Seribu. Bukan cuma itu, akuarium raksasa dan kolam yang menyatu dengan laut juga melengkapi resor ini.

Letak resor Pulau Putri ini tidak berjauhan dengan pulau atau resor yang lain seperti Pulau Matahari, Bira dan Sepa. Sejumlah pulau juga mengelilingi resor ini. Perjalanan menuju resor ini memakan waktu kurang lebih 1,5 jam dari Marina Ancol dengan kapal khusus milik pengelola resor.

Sepanjang perjalanan menuju ke resor Pulau Putri ini sudah wisata tersendiri karena melewati gugusan pulau dan serunya kapal terkadang harus memperlambat jalannya karena menemui daerah ”gosong” atau perairan dangkal. Perairan dangkal atau gosong ini memiliki pemandangan khas karena berwarna hijau bening dan ada pohon tumbuh di tengah laut.


Sesampai di dermaga Pulau Putri, ketenangan dan udara segar langsung menyambut. Kontras benar dengan udara daratan Jakarta yang penuh polusi. Apalagi Pulau Putri masih dipenuhi dengan pohon yang rindang dan besar.

Akuarium Raksasa
Seusai meniti dermaga kayu, ada sebuah akuarium besar berbentuk silinder lengkap dengan ikannya yang dipajang di antara restoran dan front office yang menyambut pengunjung dan tamu resor Pulau Putri. Kala itu SH datang bersama rombongan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Ternyata bukan hanya akuarium silinder yang terdapat di Resor Pulau Putri. Ketika memasuki front office Pulau Putri yang menyatu dengan minishop, kami terkagum pada dua akuarium raksasa yang terpajang di sana. Hiu jinak berukuran tidak kurang dari satu meter tampak ”seliweran” di dalamnya.
Selain memiliki dua akuarium raksasa, front office resor Pulau Putri mendesain interiornya, seperti dalam gua karena bagian atap atau lotengnya dibuat tidak rata seperti ada stalagmit dan stalaktit di dalam gua. Unik memang!

”Ini memang kelebihan Pulau Putri,” kata Johnny Lapian dari PT Buana Bintang Samudra sebagai pengelola resor Pulau Putri ketika menyambut kami. ”Masih ada akuarium berukuran raksasa lagi,” tambahnya.
Kami penasaran! Rupanya akuarium raksasa juga terdapat di restoran resor Pulau Putri. Ketika tamu menikmati makan siang dan malam, selain kelompok pemain musik atau band menghibur tamu, ikan yang mondar-mandir di dalam akuarium tersebut juga menjadi pemandangan tersendiri. ”Inilah kelebihannya, pengunjung bisa makan sembari ditemani dan melihat ikan hiu di dalam akuarium,” kata Johnny.

Bukan hanya ikan dalam akuarium dan kelompok musik yang menghibur dan menemani makan tamu resor. Suara gemericik air dari air terjun mini buatan yang jatuh dalam kolam sebelah restoran menambah nafsu makan. Ibarat terapi suara, badan dan jiwa ini menjadi nyaman rasanya.

”Underwater World”
Rupa-rupanya resor ini masih menyimpan kelebihan lain, yaitu underwater world atau dunia bawah permukaan laut di dermaganya. Sebuah kolam khusus yang menyatu dengan laut menjadi habitat ikan dan terumbu karang yang terpelihara dengan baik.
Memasuki underwater world ini melalui dua buah tong berukuran besar dengan tangga yang menuju dasar laut. Di dasar laut sudah terdapat terowongan (tunnel) sepanjang 10 meter yang menghubungkan dua tong raksasa untuk pintu masuk.
Terowongan sepanjang 10 meter ini hanya beratap dan berdinding kaca sehingga pengunjung bisa melihat dunia bawah laut tanpa harus menyelam masuk ke dalam laut. Terumbu karang seperti anemon laut membuat mata tak bisa berkedip dan mulut berdecak kagum.
Selain terumbu karang yang indah, kuda laut yang berukuran mungil, ikan hias, hiu, barakuda dan penyu sisik menjadi pemandangan tersendiri hingga enggan rasanya meninggalkan dunia di bawah permukaan laut.
Di dermaga Pulau Putri juga terdapat sebuah kolam yang menyatu dengan laut yang sisinya hanya dibatasi oleh jaring yang isinya ikan hiu sirip hitam yang jinak dan tidak berbahaya. Mereka bahkan bisa disentuh. Serasa ingin mencemplungkan kaki dan bermain dengan ikan hiu yang asyik berenang tanpa terusik. Kolam ini bersebelahan persis dengan underwater world. Ikan yang berenang di sekitar dermaga dengan bebas, juga tak kalah asyiknya untuk dilihati.

Tak puas menikmati dunia di bawah permukaan laut melalui sebuah tunnel atau terowongan bawah laut di dermaga resor Pulau Putri, sebuah kapal dengan kaca pada dasarnya atau glass bottom boat siap mengantarkan tamu melihat karang dan ikan hias laut yang berenang bebas di perairan sekitar Pulau Putri.

Bungalow Panggung
Resor Pulau Putri, jelas Johnny, memiliki 72 bungalow atau cottage yang bertipe sama yang berbentuk rumah panggung. Menurut Johnny, tidak ada penamaan khusus untuk cottage atau bungalow di Pulau Putri. ”Karena semua tipe bungalow sama, maka tidak ada penamaan khusus untuk bungalow,” katanya.
Dari 72 kamar atau bungalow di Pulau Putri, terdapat 10 bungalow yang memiliki pintu yang menyambungkan antara bungalow yang bersebelahan. ”Bungalow di sini memang modelnya berpasang-pasangan atau dua kamar bersebelahan,” kata Johnny.

Bungalow di resor Pulau Putri, dilengkapi dengan twin atau double bed, televisi, telepon, dan penyejuk udara. Kamar mandi bungalow juga dilengkapi dengan shower yang memancarkan air panas dan dingin sesuai selera. Antara shower dan toilet, dipisahkan oleh sekat kaca.
Keluar dari kamar atau bungalow, langsung menginjak pasir karena bungalow letaknya di bibir pantai. Tak jauh dari bungalow terdapat pantai yang mengajak dan memanggil pengunjung untuk berenang. Kalau malas berenang di pantai, kolam renang berukuran 6x15 meter bisa Anda manfaatkan.

Kelelawar dan Jangkrik
Bosan di kamar, tamu bisa duduk-duduk sembari bersantai dan menikmati sejuknya angin laut Di dermaga dan pantai puluhan kursi siap memanjakan Anda baik. ”Tamu bisa menikmati sejuknya angin sembari menunggu matahari terbenam di ufuk barat sembari membaca buku,” kata Johnny.

Di kala hari sudah sore dan menjelang malam, banyak kelelawar dan burung gagak dengan suara khas yang terbang dan hinggap di atas pohon menjadi pemandangan tersendiri. Bukan hanya satu atau dua ekor saja yang terbang kesana-kemari, tetapi ratusan ekor kelelawar dan burung gagak. Suara jangkrik dan debur ombak yang memecah di pantai siap menjadi pengantar tidur Anda. Sebuah suasana yang masih sangat natural.
Kalau malam sudah menjemput, duduk-duduk di kursi yang berada di dermaga bisa menjadi pilihan karena di malam hari suasana pulau terasa sangat sepi sehingga bisa untuk merenung dan mencari inspirasi.

”Snorkling” dan ”Diving”
Untuk tamu yang gemar snorkling, pengelola resor Pulau Putri menyediakan toko yang menyewakan alat snorkling. Dermaga resor Pulau Putri memang merupakan salah satu pilihan untuk ber-snorkling kala sudah bosan ”ngetem” di kamar.

Kalau ingin menikmati pemandangan bawah laut dengan snorkling, kapal kecil di Pulau Putri siap mengantarkan tamu ke snorkling spot yang letaknya tidak berjauhan dengan Pulau Putri seperti di perairan Pulau Papa Theo.
Kalau pengunjung ingin menyelam, menurut Johnny, boleh-boleh saja. Namun, pengelola resor tidak menyediakan alat selam yang bisa disewa sehingga pengunjung harus membawa dari daratan Jakarta.

Jadi kalau Anda sudah penat dengan kebisingan Jakarta, Pulau Putri bisa menjadi pilihan (sinar harapan/tommy bernadus)

“Cast Away Camping” Wisata Alternatif di Kepulauan Seribu

Kalau kita ingin berwisata dengan gaya anak muda, atau mungkin berwisata alternatif di Kepulauan Seribu, ada satu cara berwisata unik. Kita tak perlu menginap di resor wisata yang atau menginap di homestay. Cara berwisata ini dengan “camping” atau berkemah.

Masih ingat “cast away” film yang dibintangi Tom Hanks? Film ini menceritakan Tom Hanks yang terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni, dan kemudian mencoba bertahan hidup

Kalau kita ingin berwisata dengan gaya anak muda, atau mungkin berwisata alternatif di Kepulauan Seribu, ada satu cara berwisata unik. Kita tak perlu menginap di resor wisata yang atau menginap di homestay. Cara berwisata ini dengan “camping” atau berkemah.
Cast Away Camping ini, dari penelusuran pulauseribu.net di sejumlah “blogspot”, sudah dilakukan oleh beberapa komunitas penikmat wisata di pantai dan laut. Wisata ini dilakoni karena bisa mengirit biaya dan lebih menikmati suasana alam pulau seribu yang “perawan” dan jauh dari kebisingan dan keriuhan Kota Jakarta.

Untuk ber-”cast away camping” ini, sudah tentu adalah membawa pakaian secukupnya, perlengkapan renang, makanan instan yang mudah dimasak, alat memasak, dan sudah pasti tenda untuk tempat menginap. Lebih enak memang kalau kita beramai-ramai, supaya tidak dihinggapi rasa takut kala malam menjemput. Apalagi kalau kita camping di Pulau yang tak ada penghuninya.

Kalau kita malas berbelanja makanan instan, di Pulau Pemukiman banyak warung atau kios yang menjual makanan instan seperti mi, atau ikan kaleng. Minyak tanah untuk memasak juga bisa dibeli di Pulau Pemukiman ini.

Menuju Kepulauan Seribu, supaya murah, kita bisa menggunakan kapal transportasi reguler berupa kapal kayu. Kapal ini berangkat tiap hari dari sejumlah titik pemberangkatan seperti Muara Angke, Kamal Muara, Tanjung Pasir hingga Rawa Saban. Biayanya sekitar Rp 30.000 - 35.000 per orang.

Sesampai di Pulau Tujuan Kapal Transportasi Reguler ini, kita bisa menyewa kapal nelayan untuk diantar ke Pulau yang menjadi tempat Camping, seperti Pulau Semak Daun, Pulau Belanda, Pulau Panjang, Pulau Semut dan pulau lainnya di Kepulauan Seribu. Harganya, tinggal pintar-pintar kita bernegosiasi dengan sang pemilik kapal. Biasanya sekitar Rp. 100.000-an. Soal menjemputpun kita bisa atur dengan sang pemilik kapal.

Aktifitas yang bisa kita lakukan tentunya memancing supaya mendapat ikan untuk dibakar, berenang dan snorkeling. Memancing bisa kita lakukan di malam hari di dermaga (kalau ada dermaganya) atau siang hari. Kalau kita menyewa penuh kapal, kita tinggal memancing ke tengah laut.

Nah, tak salah kan kita mencoba wisata alternatif ini? Kalau mau tahu lebih banyak lagi, tinggal cari di internet dengan memakai mesin pencari (search engine) seperti google, yahoo!, dengan kata kunci Cast Away Camping. Panasaran kan?

Pulau Onrust, Saksi Bisu Sejarah Jakarta

Saksi bisu sejarah Propinsi DKI Jakarta, dahulunya bernama Batavia, bukan hanya milik kawasan Kota Tua dan pelabuhan Sunda Kelapa saja. Di Kepulauan Seribu, Pulau Onrust juga bagian dari sejarah DKI Jakarta yang tidak bisa dilupakan atau diabaikan.

Pulau yang dalam Bahasa Inggris nya setara dengan unrest atau dalam Bahasa Indonesia berarti tidak pernah beristirahat, menjadi markas penjajah Belanda. Dahulu kala, sebelum ada pelabuhan Tanjung Priok, kapal-kapal asing terutama kapal dagang VOC sering bersandar di Pulau ini.

Dinamakan Pulau Onrust, atau tidak pernah beristirahat karena aktifitas di pulau ini seperti banyaknya Kapal yang singgah, dan aktifitas tentara Belanda yang tidak pernah berhenti. Malah konon, dari cerita-cerita warga, sebelum menyerang Jakarta atau Batavia, tentara Belanda bermarkas di Pulau Ini.

Karena menjadi markas tentara Belanda, tahun 1803-1810 tentara Inggris menggempur pertahanan pulau ini. Serangan terakhir yang di pimpin Admiral Edward Pellow berhasil menghancurkan sarana dan prasarana Pulau Onrust.

Merasa pulau ini sangat strategis, Belanda tidak mau menyerah. Merasa pulau ini sangat strategis, tahun 1848, Pulau Onrust dijadikan pangkalan armada laut kerajaan ini. Pulau Onrust kembali dibangun.

Sayangnya tahun 1883, gelombang Tidal yang ditimbulkan oleh meletusnya Gunung Krakatau membuat Pulau Onrust kembali luluh lantak. Tahun 1911, pulau ini diubah fungsinya menjadi karantina haji di tahun 1911. Calon Jamaah Haji diadaptasikan dengan lingkungan laut, karena berangkat haji ke tanah suci, masih menggunakan kapal laut.

Sewaktu indonesia merdeka Pulau Onrust pernah dijadikan rumah sakit karantina bagi penderita penyakit menular. Pulau ini pernah dimanfaatkan sebagai penampungan gelandangan dan pengemis juga untuk latihan militer. Sayangnya, tahun 1968 Pulau Onrust dijarah habis-habisan sehingga bangunan-bangunan bersejarah lenyap menyisakan puing-puing saja.

Setelah itu Pulau Onrust menjadi sepi. Nama Onrust yang berarti tidak pernah beristirahat atau sibuk ini tak pantas lagi disandang pulau yang letaknya kurang lebih 14 Kilometer dari Kamal Muara Jakarta Barat ini. Meski begitu, jejak-jejak “onrust” atau “unrest” ini masih bisa ditelusuri. Sejumlah bangunan masih tersisa dan masih dapat dimanfaatkan sebagai penginapan. Sisanya adalah bekas-bekas fondasi bangunan yang menyisakan kepiluan yang menyesakkan.

Di salah satu Pojok Pulau masih dijumpai pekuburan Belanda dimana jasad Maria dikuburkan. Maria sangat dikenal karena ia satu-satunya penghuni kuburan ini yang masih bisa dilacak keberadaannya melalui prasasti yang ditinggalkan.